Ahad, Februari 14, 2010

Pentingnya Sikap Optimisme dan Berita Gembira

Penelitian medic terbaru memastikan akan pentingnya optimisme dan berita gembira, dan memperingatkan bahaya pesimisme, terutama terhadap pesakit jantung, Namun bagaimana pula dengan ajaran agama kita? Mari kita


Betapa agungnya ilmu dan pengajaran yang dibawa oleh Islam, dan betapa indahnya ayat-ayat Al-Quran, sebagaimana indahnya sabda Nabi Muhammad saw ... Bahawa beliau (Nabi saw) selalu menunjukkan sikap optimis dan memberikan berita gembira berupa rahmat dari Allah, dan beliau tidak pernah merasa sedih atas berbagai urusan dunia, kerana beliau selalu mengamalkan firman Allah: "Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". [Yunus: 58].



Bahwa Nabi saw juga mengagumi dan memotivasi untuk memiliki sikap dan berjiwa optimis, sebagaimana beliau sangat jauh dari orang-orang yang pesimis, bahkan melarang takhayul dan "pandangan hitam/pesimis" terhadap masa depan.


Kerana itu Allah SWT berfirman:


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا


“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (Al-Ahzab:21)


Maka wajib bagi kita meneladani sunnahnya dan mengambil petunjuk darinya; untuk tidak berjiwa pesimis tapi selalu optimis terhadap hal-hal yang baik, kerana ia merupakan salah satu akhlak mulia Nabi saw.


Namun bagaimana dengan ilmu pengetahuan moden? Apakah ada penemuan ilmiah yang mengesahkan tentang ajaran Nabi pembawa rahmat ini ?


Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa seseorang yang berjiwa pesimis dapat membinasakan dirinya, terutama bagi seorang yang mengidap penyakit jantung. Dalam penelitian menunjukkan adanya tingkat kerentanan bagi penyakit jantung yang berakibat pada kematian, terutama pada saat terjadi sikap pesimis yang memberikan pengaruh pada kondisi kesehatan jantungnya.


Dr. John Barefoot dari Pusat Medics Universiti Duke of America berkata: Ini adalah penelitian awal yang menguji seberapa besar pengaruh motivasi terhadap pesakit dalam usaha menyembuhkan penyakit yang akhirnya mempengaruhi peluang mereka bagi terus untuk bertahan hidup.


Pada penelitian sebelumnya difokuskan pada dampak harapan pesakit terutama yang berhubungan dengan kondisi penyakitnya, kemampuannya untuk melanjutkan hidup secara normal, dan secara khusus yang berkaitan dengan aktiviti dan latihan fisik. Namun sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa pengaruh sikap optimisme seorang pesakit pada kesihatan fizikalnya sangatlah besar.


Para peneliti dari Duke University of America melakukan penelitian terhadap 2800 pesakit yang menderita sakit arteri koroner, setidaknya, setiap mereka menderita arteri yang tersumbat. Dan pada kesempatan itu, para pesakit diminta untuk mengisi Q&A untuk mengukur harapan dan tanggapan mereka tentang kemampuan mereka untuk pulih dari penyakit dan pola pemulihan kehidupan normal.


Menurut penelitian tersebut disebutkan bahwa 978 pesakit meninggal dalam jangka waktu 6-10 tahun sejak dimulainya penelitian ini. Hal ini mengungkapkan bahwa 66% penyebab kematian mereka adalah karena penyakit arteri koroner.


Hasil kaji-selidik ini menyebutkan adanya peningkatan kematian terhadap pesakit yang menunjukkan sikap pesimis terhadap kesihatan mereka, iaitu dua kali ganda jika dibandingkan dengan pesakit lain.


Dari pemerhatian yang dilakukan; adalah sesuatu yang wajar jika terjadi hubungan antara depresi dengan meningkatnya angka kematian pada seseorang, walaupun hasil penemuan saat ini menunjukkan besarnya dampak harapan pesakit terhadap pemulihan dan kesihatan dari penyakitnya, meskipun ada faktor-faktor psikologis atau sosial yang lainnya.


Dr "Barefoot" menegaskan bahwa penelitian memberikan nasihat kepada para doktor akan pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap sudut pandang dan pola fikir pesakit tentang penyakitnya, kerana hal ini akan menampakkan kesan yang amat baik pada proses pemulihan. Sebagaimana yang dijelaskan bahawa pesakit yang memiliki harapan positif (optimis) terhadap penyakitnya, tidak hanya akan memperbaiki perasaannya saja, namun ianya juga dapat memberikan harapan untuk hidup lebih lama.


Dari penemuan-penemuan ilmiah ini dapat kita fahami akan peri pentingnya sikap optimis, terutama orang yang beriman akan rahmat Allah, sebagaimana firman-Nya:


يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ


“Mereka bergirang hati dengan nikmat dan kurnia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak mensesia-sia pahala orang-orang yang beriman”. (Al-Imran:171).


Dan Nabi saw sendiri merasa takjub dengan segala urusan orang beriman, kerana seluruhnya mengandungi kebaikan: Jika ditimpa musibah (kesusahan) bersabar maka itu adalah baik baginya, dan jika ia ditimpa kesenangan bersyukur dan itu juga baik baginya!!


Dari sini kita dapat dua pengajaran tentang ciri orang yang bertaqwa: sabar dan syukur. Kerana itu orang yang beriman memiliki ciri khas tersendiri daripada orang yang tidak beriman melalui dua karekter tadi, terutama pada saat berhadapan dan berinteraksi dengan kehidupan dan problematikanya. Bahawa sabar dan syukur membuat orang beriman lebih optimis dan jauh dari sikap pesimis, karena ia sadar bahawa Allah selalu bersamanya, dan tidak akan merasa khawatir dengan masa depannya, apalagi syurga telah menunggunya sehingga dirinya tidak akan merasa bersedih hati terhadap sesuatu yang luput/hilang darinya, dan tidak takut terhadap keburukan yang sedang dihadapinya. Allah SWT berfirman:


أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ * لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ


“Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (iaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimah-kalimah (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. [Yunus: 62-64].


Apakah ada sesuatu yang lebih indah yang dimiliki orang yang beriman dari kabar gembira di dunia ini dan di akhirat nanti, apa yang dia inginkan setelah itu?


إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ * دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآَخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka kerana keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. Doa' mereka di dalamnya Ialah: "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka Ialah: "Salam" dan penutup doa mereka Ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin". (Yunus:9-10)

Salam Tulus Ikhlas
Bedin Jusoh
Pasir Tumbuh, Kelantan

Tiada ulasan:

Grab this Widget ~ Blogger Accessories